Harga yang berada di dasar rentang jarang menjadi titik balik. Ilustrasi.
Nasihat itu terdengar bijak: belilah ketika harga sedang murah. Dalam praktiknya, murah biasanya diartikan sebagai harga yang berada dekat dasar pergerakannya beberapa bulan terakhir. Pertanyaannya, apakah membeli di posisi itu benar-benar memberi keuntungan?
Kami mengujinya pada tiga puluh tiga tahun riwayat harga, lebih dari seribu saham, dengan aturan yang dikunci sebelum data dilihat. Setiap hari perdagangan, saham dikelompokkan menurut letak harganya dalam rentang tiga bulan, lalu diukur apa yang terjadi dua puluh hari kemudian.
Saham yang berada pada dua puluh persen terbawah rentang tiga bulan rata-rata tertinggal sekitar satu koma tiga persen per dua puluh hari dibandingkan saham lain. Arah ini bertahan pada tujuh belas dari tujuh belas tahun yang diuji secara terpisah. Sebaliknya, kelompok yang berada di area atas justru unggul dengan besaran yang serupa.
Gambaran bentuk temuan, bukan angka siap pakai. Selisih antarkelompok tipis dan tidak melewati ambang statistik yang kami tetapkan.
Halaman buku kerja tim riset kami, salah satu dari ratusan catatan pengujian yang menjadi dasar angka di aplikasi.
Harga yang sudah turun jauh terasa aman karena penurunannya seolah sudah terjadi. Perasaan itu keliru: penurunan yang sudah terjadi tidak mengurangi kemungkinan penurunan berikutnya. Yang kami temukan justru sebaliknya, saham yang sedang lemah cenderung tetap lemah dalam jangka satu sampai empat minggu.
Murah adalah perasaan. Letak harga adalah angka. Keduanya sering tidak sejalan.
Pengaruhnya berumur pendek, sekitar satu sampai empat minggu, dan lebih terasa pada saham berukuran menengah dan kecil. Temuan ini juga tidak berarti saham yang sedang murah pasti merugi, melainkan bahwa posisinya di dasar rentang bukan alasan yang mendukung. Karena itu, pada aplikasi kami, keadaan Akum Bawah ditampilkan bersama catatan bahwa posisinya tidak memberi keunggulan historis.
Seluruh langkah mengikuti Metode TAPAK: aturan dikunci sebelum data dilihat, saham dengan transaksi tipis disingkirkan memakai ukuran dari hari-hari sebelumnya, dan setiap klaim diuji ulang secara acak sepuluh ribu kali. Pengerjaannya dilakukan tim riset kuantitatif kami bersama praktisi pasar modal berpengalaman lebih dari dua dekade.